Pasir Besi di Wera Mulai Dikapalkan

BIMA, GOMONG.COM- Kabupaten Bima mencatat sejarah baru dalam sektor pertambangan. Ini ditandai acara seremonial pelepasan kapal dan pengiriman perdana (ekspor) pasir besi ke China oleh PT. Jagad Mahesa Karya (JMK) Sabtu, 26 Juni 2010 di Dermaga Desa Oi Tui Kecamatan Wera.

Acara yang dimulai pukul 15.00 wita tersebut dihadiri Asisten II Pemerintah Provinsi NTB H. Muh Nur, SH, MH, asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Bima Drs. H.A. Manaf, MSH, Pimpinan DPRD dan Segenap Unsur Muspida Kabupaten Bima, Pimpinan SKPD Lingkup Kabupaten Bima, Camat Wera Drs. H. Rusydi, M.Si, Perwakilan Komisaris, Pimpinan Perusahaan dan Karyawan Jagad Mahesa Karya serta warga sekitar tambang.

Perwakilan Komisaris Jagad Mahesa Karya Safriadi Cut Ali menyatakan, momen ini merupakan saat spesial bagi seluruh jajaran PT. Jagad Mahesa Karya dan masyarakat Wera karena setelah beroperasi enam tahun lalu tepatnya tahun 2004.
“Memulai sesuatu seperti penambangan tentu tidaklah mudah, karena banyak masalah dan hambatan yang harus diatasi, namun Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT semuanya dapat diatasi,” papar Safriadi.

Dia juga menyampaikan terima kasih pada Pemkab Bima dan Pemprov NTB atas koordinasi yang cukup baik. “Ke depan hal ini akan tetap diutamakan dalam mengatasi persoalan yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Masyarakat diajak untuk memanfaatkan potensi yang ada dan mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan setiap masalah yang muncul. ”Mari duduk bersama, jangan percaya isu dan ajakan yang tidak bermanfaat,”
Bupati Bima yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Bima Drs. H.A. Manaf MSH, dalam sambutannya menyatakan, potensi tambang ini diharapkan memberikan kontribusi penting dalam menopang perekonomian daerah. Karena di samping akan mendapatkan devisa dari investasi tersebut, juga menjadi pemicu pertumbuhan sektor lainnya serta menyediakan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar tambang.

Manaf berpesan secara khusus berpesan kepada warga masyarakat Kecamatan Wera agar tidak terhasut kemudian melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu kelancaran operasi perusahaan.
“Bila ada hal-hal yang muncul terkait dengan usaha penambangan, kiranya dapat diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat agar tidak dan pihak yang dirugikan terkait dengan keberadaan tambang pasir besi ini,” ujarnya.
Kepada pihak manajemen PT. Jagad Mahesa karya, kiranya dapat menjalin komunikasi harmonis dengan masyarakat sekitar tambang dan komponen masyarakat lainnya di daerah ini sehingga terjalin satu sinergi yang saling menguntungkan.
Acara dilanjutkan dengan pengalungan selendang khas Bima kepada empat orang perwakilalan PT. Jagad Mahesa karya, penyerahan cinderamata yang dilanjutkan dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita di atas geladak kapal tongkang, Il Perkasa.(alan)

1 Comment

  • Ini adalah kebangkitan daerah Bima dan kesuksesan masyarakatnya,..
    Semoga dapat terus ditingkatkan tanpa mengabaikan Lingkungan Alam dan ketersediaan SDA untuk generasi selanjutnya,..!!

Leave a Reply