PLN Bantah Terima Biaya Pemasangan Listrik

TALIWANG, GOMONG.COM- Isu pemungutan biaya pemasangan listrik yang dilakukan karyawan Perusahaan Listrik Negara (PLN) ranting Taliwang dibantah. Pasalnya, karyawan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penarikan biaya apapun kepada konsumen maupun calon konsumen yang membutuhkan daya listrik.

Kepala PLN ranting Taliwang Agus Saifullah yang dikonfirmasi Selasa, 28 September menyampaikan, bagi masyarakat yang ingin menjadi pelanggan hanya akan dikenakan tariff sesuai Tarif Dasar Listrik (TDL). Pembayaran itu harus dilakukan secara langsung di kasir PLN oleh calon pelanggan itu sendiri.

Calon pelanggan yang telah membayar jaminan pelanggan sesuai TDL wajib mendapatkan jaringan listrik paling lambat 7 hari setelah mendapat persetujuan dan besarnya tariff yang dikenakan sesuai dengan keputusan TDL yang kisarannya cukup terjangkau dan sesuai dengan besarnya daya yang menjadi permohonan.

Masih keterangan Agus, bagi masyarakat yang telah membayar jaminan pelanggan dan sudah lebih dari 7 hari diminta untuk mendatangi PLN ranting taliwang atau PLN unit, agar segera diselesaikan. “Saya minta kepada seluruh masyarakat yang telah membayar jaminan pelanggan untuk segera melapor dengan membawah serta bukti pembayarannya, “lanjut Agus.

Jika ada masyarakat yang mengaku telah mendaftar beberapa tahun lalu bukan termasuk calon pelanggan yang wajib mendapatkan meteran jaringan listrik, karena untuk menjadi pelanggan PLN harus terdaftar dibuku antri. “Memang pihak PLN belum dapat memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat lantaran masih memiliki kekurangan daya, namun calon pelanggan yang telah membayar jaminan pelanggan wajib untuk diperioritaskan,“ timpal Agus.

Ditanya soal berapa banyak masyarakat yang tercatat dinomor antri, Agus membeberkan untuk seluruh Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sekitar 3 ribu calon pelanggan dengan kebutuhan daya sekitar 10,9 megawatt. Untuk menyelesaikan kebutuhan itu, PLN harus menambah mesin pembangkit sebanyak 20 unit. Kebutuhan itu sulit untuk diselesaikan dengan melihat kondisi kantor PLN.

“Mustahil kita akan melakukan penambahan mesin sebanyak 20 unit, karena pengurusan mesin tidak mudah, ditambah lagi dengan lokasi PLN yang berada dalam kota dan dekat perkampungan,“ tandas Agus. (imam)

Leave a Reply