Kimpraswil Dompu Harus Desak Pemprov

foto won/gomong.com. Anggota Komisi III DPRD Dompu Drs. Abdul Wahab (AW) Syafruddin.

* Perbaiki Jalan Lintas ”Pariwisata Internasional” Lakey
DOMPU, GOMONG.COM – Kerusakan jalan menuju kawasan wisata Lakey, Kecamatan Hu’u, yang kian parah dan dua tahun berturut-turut hanya ditambal dengan tanah mendapat sorotan dan kritikan tajam dari kalangan DPRD Dompu.
Terhadap persoalan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) khususnya Dinas Kimpraswil Dompu sebagai leading sektornya dituntut tidak tinggal diam. “Jangan dibiarkan terus berlarut-larut. Dinas Kimpraswil Dompu harus mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB agar segera memperbaiki jalan tersebut,” tegas anggota Komisi III DPRD Dompu Drs. Abdul Wahab (AW) Syafruddin, pada Gomong.Com, di Dompu, Senin (21/11).
Ditemui di kediamannya, Desa Karamabura, Kecamatan Dompu, AW Syaf (panggilan AW Syafruddin) mengakui, Jalan Lintas Lakey itu adalah jalan provinsi dan mungkin bukan tanggung jawab Pemkab secara langsung. Namun, karena merupakan wilayah kabupaten maka Kimpraswil Dompu sudah sepantasnya lebih aktif mengupayakan dan memperjuangkan perbaikan jalan tersebut.
“Jika tidak segera mendesak Pemprov, maka diakui atau tidak hal ini menunjukkan bahwa Dinas Kimpraswil Dompu terutama pimpinannya tidak punya itikad baik untuk membangun Dompu,” tandas anggota komisi yang membidangi PU/Kimpraswil, Dikpora, Kesehatan dan Sosnakertrans itu.
Kalau oknum pimpinan suatu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dinilai tidak memiliki niat luhur untuk membangun Dompu, maka menurut hemat AW Syaf, yang bersangkutan tidak layak dipertahankan. “Justru sangat layak kalau segera diganti saja, berikan kepada orang yang mau membangun Dompu untuk memimpin instansi itu,” ujarnya.
Menurut wakil rakyat dari PPP ini, jika kondisi jalan Lintas “Pariwisata Internasional” Lakey terus dibiarkan seperti itu, akan makin banyak dampak buruknya. Terutama bagi keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan itu sendiri.

 

foto won/gomong.com. Salah satu titik kerusakan ruas Jalan Lintas Lakey di wilayah Teka Ndahu yang sempat ditambal sulam pakai tanah dua tahun berturut-turut saat Festival Lakey.

Pemprov NTB Jangan Tutup Mata
Pada sisi lain, AW Syaf meminta Pemprov NTB supaya tidak memandang sebelah mata permasalahan jalan yang sudah lama babak belur tersebut. “Tidak pantas pemerintah provinsi menganaktirikan Dompu. Pemprov jangan menutup mata,” imbuhnya.
AW Syaf sangat yakin pihak Pemprov sudah mengetahui persis kondisi jalan dimaksud, karena para pejabatnya sering ke Lakey. Pimpinan daerah maupun pimpinan-pimpinan SKPD terkait sudah pernah melalui jalan tersebut. Terlebih dua tahun berturut-turut (2010 dan 2011), Wakil Gubernur NTB H. Badrul Munir bersama rombongan pejabat Pemprov datang ke kawasan wisata itu dalam rangka Festival Lakey.
Pria kelahiran Karamabura itu dengan kritis mengatakan, sebagian ruas Jalan Lintas Lakey yang rusak, terutama di wilayah Teka Ndahu dan sekitarnya, sudah dua tahun ditambal sulam dengan menggunakan tanah.
“Bila Pemprov tidak menyadari kondisi tersebut, hal itu benar-benar aneh. Berarti Pemprov tidak punya niat baik untuk memperbaiki jalan dan memperhatikan Dompu yang masih merupakan bagian dari Provinsi NTB,” cetusnya.
Jalan yang baik merupakan salah satu sarana dan pendukung utama kawasan pariwisata. AW Syaf mengkuatirkan, kondisi jalan yang dibiarkan rusak berlarut-larut tersebut, justru merusak citra Lakey sabagi lokasi pariwisata internasional.
“Kawasan wisata Lakey sudah mendunia dan salah cerminan pariwisata NTB. Jika jalan sebagai sarana pendukung utamanya dibiarkan rusak, tentu menimbulkan image (kesan) yang tidak baik dan menghancurkan citra pariwisata NTB,” tandasnya. (won)

1 Comment

  • Memang benar, kondisi jalan menuju kawasan wisata Lakey mutlak menjadi bagian
    dari tanggungjawab pihak Kimpraswail Kabupaten Dompu, sehingga tidak ada alasan lain terkecuali segera melakukan gebrakan dalam rangka mengupayakan agar pihak Pemprov NTB tidak tinggal diam.