Kesadaran Masyarakat Amankan Lingkungan Masih Minim

SELONG, GOMONG.COM – Maraknya aksi kriminalitas di wilayah hukum Polres Lombok Timur (Loim) akhir-akhir ini tidak lepas masih rendahnya kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk mengamankan lingkungannya sendiri. Masyarakat hanya mengandalkan aparat keamanan termasuk cenderung menyalahkan aparat penegak hukum.

“Jangan hanya salahkan aparat penegak hukum terhadap maraknya aksi kriminalitas yang terjadi belakangan,” ungkap Kapolres Lotim AKBP Agus Nugroho SIK SH MH kepada wartawan, Selasa (21/2).

Menurutnya, tindak kriminal itu baik pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), maupun pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tidak hanya tugas aparat keamanan, tetapi ini juga tugas semua elemen masyarakat termasuk pemerintah kabupaten.

“Kalau masyarakat peduli dengan keamanan, maka kasus kriminalitas tersebut dapat ditekan. Masalah keamanan ini tidak bisa hanya mengandalkan polisi saja,” terangnya.

Tanpa ikut sertanya masyarakat, seperti menggiatkan dan memiliki kepedulian dalam menjaga lingkungan masing-masing. “Saya justru menilai kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing, masih minim,” tandasnya.

Kalau kepedulian tinggi dengan menggelar Siskamling, maka aksi kriminalitas dapat ditekan. Tetapi sekarang lain, ketika pihaknya telah merapatkan barisan dan kencangkan pinggang, dilain pihak terjadi kebobolan juga.

“Kalau Siskamling di semua kampung dan desa sudah dilakukan, maka kasus kriminalitas tersebut, pasti dapat ditekan,” jelasnya, seraya mengaku, untuk menekan maraknya aksi kriminalitas tersebut, pihaknya telah mulai memberdayakan keberadaan pamswakarsa.

“Kita sudah mulai berdayakan keberadaan Pamswakarsa untuk membantu masyarakat dalam menjaga keamanan tersebut,” pungkasnya, seraya mengungkapkan, daerah Lombok Timur hanya dijadikan sasaran, sementara hasil kejahatan tersebut dibawa ke luar. (dim/won)