Oknum Brimob Dikejar Massa

yety/gomong.com. Kaden Brimob Pulau Sumbawa AKBP Agus Siku saat menemui warga Paruga dan meminta maaf atas ulah oknum anggotanya, siang tadi.

* Diduga Ancam Warga Pakai Parang

KOTA BIMA, GOMONG.COM – Gara-gara digugat cerai istrinya, oknum anggota Brimob Kompi IV Polda NTB berulah. Setelah mengancam mertuanya dengan parang, oknum berinisial Bripka AP kembali mengancam paman istrinya bernama Ir. Ibrahim AR di Rt 09 Rw 03 Lingkungan Sigi, Kelurahan Paruga, Kota Bima.

Hal tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 Wita Rabu (11/4) siang tadi dan membuat heboh warga Lingkungan Sigi. AP mendatangi kediaman Ibrahim dengan membawa parang. Beberapa anak Ibrahim pun dikalungi dengan pedang tanpa sarung.
Melihat ulah oknum anggota Brimob tersebut, warga mengejarnya. AP yang melarikan diri berhasil lolos dari kejaran warga, setelah merampas sepeda motor yang dikendarai seorang wanita di Jalan Soekarno-Hatta.
Ibrahim AR ditemui di kediamannya, siang tadi mengaku, saat oknum menantunya datang ngamuk, yang ada di rumah hanya beberapa orang anaknya. Saat datang, oknum mengancam anaknya dengan parang, bahkan anaknya, Fitrah dan Fathurrahman sempat dikalungi parang. “Saya tidak tahu apa masalahnya, hingga oknum itu sampai mengancam seperti itu. Mungkin saja ada hubungannya dengan istrinya Yuli Astuti, karena saat ini mereka dalam proses cerai,’’ duganya.
Diakuinya, persoalan oknum dengan istrinya merupakan urusan rumah tangga mereka. Mungkin, oknum mencurigai keluarga istrinya terlibat persoalan mereka dan mereka sendiri yang menghendakinya. “Sebelum mendatangi rumah saya, oknum anggota Brimob ini juga mendatangi dan mengancam mertuanya di Kelurahan Dara,’’ sebutnya.
Kasus oknum anggota Brimob itu akhirnya dibahas serius oleh Walikota H.M. Qurais H. Abidin bersama Waka Polres Bima Kota, Dandim 1608/Bima dan Kaden (Komandan Datasemen) Brimob Pulau Sumbawa AKBP Agus Siku, di kediaman Walikota. Agar persoalan itu tidak berkembang, cukup diselesaikan secara kekeluargaan.
Bahkan saat itu Walikota sempat mengundang Ibrahim bersama beberapa warga setempat. Meminta, persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi awalnya persoalan keluarga antara oknum anggota Brimob dan istrinya.
Saat pertemuan berlangsung, Walikota dan lainnya dikagetkan dengan bunyi letusan senjata api. Ternyata sekitar delapan anggota Brimob bersenjata lengkap bersama oknum Bripka AP mendatangi warga lingkungan Sigi, melakukan penyisiran terhadap warga setempat. Melihat ulah oknum anggotanya, Kaden Brimob bersama Walikota, Dandim dan Waka Polres Bima Kota turun tangan. Sejumlah anggota Brimob bersama oknum Bripka AP yang datang bersama senjata dipanggil, kemudian dipulangkan.
Kehadiran sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap tersebut, memicu reaksi warga setempat. Ratusan warga keluar dari rumah masing-masing, mereka berniat menghadang oknum anggota Brimob yang datang mengusik, menunjukkan arogansinya dan meletuskan senjata api di tengah pemukiman warga.
Menyikapi persoalan itu, Walikota bersama Kaden kembali melakukan pertemuan di kediaman Walikota. Kemudian mereka turun ke warga Lingkungan Sigi, meminta warga setempat untuk tenang dan tidak bereaksi atas kejadian itu.
Di hadapan ratusan warga, Kaden Brimob Pulau Sumbawa AKBP Agus Siku secara terbuka menyampaikan permintaan maaf pada warga setempat atas ulah anak buahnya. “Saya sebenarnya tidak ingin ada masalah antara warga dengan anggota Brimob,’’ katanya. Menurutnya, ulah anak buahnya datang membawa senjata dan membuat ulah merupakan perbuatan ngawur. Tapi jelas, dia akan mengambil tindakan tegas atas kejadian itu. “Jujur, saya sama sekali tidak tahu soal ini. Dari pagi saya bersama Walikota. Bahkan saat kejadian saya sedang berada di kediaman Walikota,’’ akunya.
Karena ulah anggotanya merupakan tanggung jawabnya, dia berjanji akan menindaknya. “Kalau anggota saya salah, berarti saya juga ikut bersalah,’’ tukasnya.
Walikota Bima H.M. Qurais H. Abidin mengatakan, persoalan ini sebenarnya urusan keluarga. Tapi terhadap ulah oknum anggota yang emosi pasti akan diurus oleh komandannya. “Untuk menjaga situasi di Lingkungan Sigi tetap aman, saya minta sejumlah aparat polisi ditugaskan menjaga di tempat itu,’’ pintanya. (Yety/Won)

Leave a Reply