Dibantah, Kota Bima Aman Bagi Teroris

istimewa/gomong.com. Walikota Bima H. Qurais H. Abidin.

* H. Qurais : Kalau Aman, Mereka tidak Bisa Ditangkap

KOTA BIMA, GOMONG.COM – Pascapenangkapan dua oknum dokter oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, beberapa hari lalu, muncul penilaian dan kesan yang kurang mengenakkan bagi citra Kota Bima. Daerah ini terkesan sebagai wilayah yang relatif aman bagi oknum-oknum yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme, sehingga agak mencoreng citra kota ini.

Namun, kesan dan penilaian minor tersebut dengan tegas dibantah pihak Pemerintah Kota Bima. “Saya pikir tidak ada yang tercoreng,” tegas Walikota Bima H. Qurais H. Abidin melalui SMS (pesan singkat)-nya pada Gomong.Com, petang tadi.

Walikota juga tidak setuju jika daerah yang dipimpinnya dianggap sebagai wilayah yang aman atau sarang bagi oknum-oknum yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme. “Kalau aman, mereka tidak bisa ditangkap,” tandas Walikota.

Namun demikian, Walikota tidak membantah oknum jamaah yang diduga terlibat ada di Bima¬† (terbukti dengan ditangkapnya dua oknum pada pekan lalu), terlebih karena yang dia ketahui dua kali Abubakar Ba’asyir ceramah di Bima.
“Saya mengimbau agar warga Kota Bima melaporkan kepada aparat kepolisian apabila ada tamu yang mencurigakan,” imbuh pengusaha sukses yang kini menjadi orang nomor satu di eksekutif Kota Bima itu.

Pernyataan Walikota tersebut diperkuat Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Bima Muhammad Hasyim. Menurutnya, Pemkot Bima akan semakin giat melakukan pemantauan dan pengawasan, terus berkoordinasi dengan kepolisian.

Selain itu, mengaktifkan simpul-simpul Linmas (perlindungan masyarakat) sebagai garda terdepan deteksi dini dalam masyarakat. “Pemerintah pun berharap agar masyarakat dapat ikut aktif dan melaporkan hal-hal atau gerakan yang aneh (mencurigakan, Red) dalam masyarakat agar situasi tetap kondusif,” ujar Hasyim. (won)